ASTAGHFIRULLAH ... Jika Orangtua Sudah Meninggal, Hindari Perbuatan Ini Jika Tak Ingin Mereka Bersedih di Alam Kubur
Saturday, June 3, 2017
Edit
Bagi
seorang anak, orangtuanya menjadi ladang untuk menuju surga maupun
neraka. Karena siapa yang berbuat baik kepada orangtuanya, tentu ia akan
mendapati surga Allah yang seluas langit dan bumi. Namun siapa yang
berbuat durhaka terhadap orangtua, maka siksa Allah akan menjadi
bagiannya di akhirat.
Perlu diketahui bahwa berbuat baik kepada orangtua tidak terbatas apakah mereka masih hidup atau telah meninggal. Bahkan sejumlah riwayat menyebutkan bahwa berbuat baik atau berbakti kepada orangtua jauh lebih sulit dilakukan ketika mereka telah meninggal dibandingkan saat masih hidup.
Perlu diketahui bahwa berbuat baik kepada orangtua tidak terbatas apakah mereka masih hidup atau telah meninggal. Bahkan sejumlah riwayat menyebutkan bahwa berbuat baik atau berbakti kepada orangtua jauh lebih sulit dilakukan ketika mereka telah meninggal dibandingkan saat masih hidup.
Adapun beberapa hal yang bisa
dilakukan sebagai bentuk bakti ketika orangtua telah meninggal adalah
seperti mendoakan mereka, bergaul dengan kerabat orangtua, beramal
shaleh dan yang lainnya.
Namun disamping itu, ada juga larangan yang hendaknya dihindari oleh seorang anak saat orangtuanya telah meninggal dunia. Ini karena jika seorang anak melakukan hal tersebut, maka orangtua akan merasakan kesedihan dan rasa malu yang mendalam di akhirat atau di alam kubur sana.
Hal tersebut tertulis jelas dalam Al Wa’dul Haq yang dikutip oleh Dr Umar Abdul Kafi dimana Rawabah bin Abdullah menuturkan, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”
Beberapa saat kemudian Rawabah absen dalam kebaikan dan justru lebih banyak melakukan perbuatan yang tidak berpahala dan perbuatan dosa. Rawabah pun melihat kondisi ayahnya dalam keadaan yang berbeda.
“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainyya (lantaran rasa malu).’”
Karenanya jika tidak ingin mempermalukan orangtua di alam kubur sana, berbuatlah hal yang baik dan mendatangkan pahala serta hindarilah perbuatan yang sia-sia ataupun dosa. Wallahu A’lam
Namun disamping itu, ada juga larangan yang hendaknya dihindari oleh seorang anak saat orangtuanya telah meninggal dunia. Ini karena jika seorang anak melakukan hal tersebut, maka orangtua akan merasakan kesedihan dan rasa malu yang mendalam di akhirat atau di alam kubur sana.
Baca Juga
- HEBOH TOLONG BAGIKAN! Bocah 7 Tahun Ini Seorang Diri Mencari Makan Sambil Merawat Ayahnya yang Lumpuh
- KAJIAN Meninjukkan Bahwa Wanita Lagi "GATAL" dari "LELAKI" !! Tak Percaya? Nah tengok sendiri.....
- Astagfirullah : Kisah Jenazah Gadis SMA Cantik yang K3m4luanya Membusuk Ketika Ingin Di Mandikan, Mengerikan!
Hal tersebut tertulis jelas dalam Al Wa’dul Haq yang dikutip oleh Dr Umar Abdul Kafi dimana Rawabah bin Abdullah menuturkan, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”
Beberapa saat kemudian Rawabah absen dalam kebaikan dan justru lebih banyak melakukan perbuatan yang tidak berpahala dan perbuatan dosa. Rawabah pun melihat kondisi ayahnya dalam keadaan yang berbeda.
“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainyya (lantaran rasa malu).’”
Karenanya jika tidak ingin mempermalukan orangtua di alam kubur sana, berbuatlah hal yang baik dan mendatangkan pahala serta hindarilah perbuatan yang sia-sia ataupun dosa. Wallahu A’lam
Sumber : islamidina