Aku
memang tulus dalam mencintaimu. Tuhan adalah sebaik-baiknya saksi dari
semua cintaku kepadamu, sebab hanya aku dan tuhan saja yang mampu
mengetahui sejauh mana ketulusanku ini.
Cuma tuhanlah yang tahu kalau aku tengah mencintai dengan setulus hati, kalau aku mencintai dengan sepenuh hati. Cuma tuhanlah yang dapat memahami betapa hati ini menginginkanmu sepenuh hati.
Walaupun aku tidak dapat meminta kepada tuhan untuk bersaksi akan ketulusan
cintaku kepadamu, aku berharap kamu dapat merasakan sebuah ketulusan
dari hatiku. Aku berharap kau tahu, bahwa satu-satunya alasanku untuk
mencintaimu itu cuma semata-mata kemauanku untuk memilikimu seumur
hidupku. Mudah-mudahan kau dapat tahu akan rasa cintaku ini.
Sebab Cinta itu Bukanlah Suatu Peradilan, Jadi Cinta Tidak Butuh Adanya Saksi Untuk Mengemukakan Ketulusanku Padamu
Cinta
itu bukanlah suatu peradilan di mana saat aku mencintaimu aku mesti
menghadirkan saksi untuk bersaksi akan semua ketulusan hatiku ini.
Bukankah cinta itu sebuah misteri, yang cuma hati yang juga sama-sama
tulus mencintai yang bisa rasakan ketulusan hati.
Nantinya
Jikalau Kau Menghianati Akan Ketulusanku ini, Mudah-mudahan Tuhan
Mencatat Sebuah Ketulusanku itu Jadi Sebuah Kebaikan
Apabila
kau tidak menghormati ketulusan hatiku serta menghianati cintaku,
mudah-mudahan tuhan mencatat ketulusanku jadi suatu kebaikan yang bakal
diganjar dengan sebuah kebaikan juga. Satu kebaikan yang bakal
mengantarkan diriku untuk memiliki hati yang lain, yang dapat
menghormati ketulusan hatiku.
Lihatlah Ke Arahku Baik-Baik, Selanjutnya Kamu Bakal Lihat Orang Yang Benar-Benar Menyayangimu
Lihatlah
ketulusanku, walaupun aku tidak pernah berkoar-koar bahwa aku merupakan
seseorang yang paling tulus dalam hal mencintai, mencintaimu. Lihatlah
bagaimana usahaku untuk membuktikan semua kasih sayangku ini. Bila kau
ingin melihatku dengan baik kau tentu bisa melihat serta merasakan semua
ketulusan hatiku.
Tuhan Merupakan Saksi Kalau Aku
Mencintaimu Dengan Seluruh Ketulusan di Hatiku, Sampai Aku Tidak Perlu
Merasa Sakit Hati Saat Dikhianati
Tuhanlah
yang paling tahu akan semua ketulusan hatiku waktu mencintaimu, sampai
aku tidak perlu merasa sakit hati lagi saat ketulusanku tidak pernah
dihargai. Karna tuhanlah yang paling tahu siapa yang paling layak
memperoleh cinta atau di cintai setulus hati. Karena itu aku bakal yakin
jika nantinya aku tidak dapat memilikimu, mungkin saja kau bukanlah
yang terbaik untukku.
Yang Menyukai Setulus Hati Tentu Bakal Gampang Mengikhlaskan Apabila Kehilangan
Yang
menyukai dengan ketulusan tentu tak kan susah untuk sekedar merelakan,
pastinya akan gampang mengikhlaskan. Cuma orang yang tidak tulus
mencintailah yang bakal sakit hati saat tak bisa memiliki, sebab maksud
dari orang yang tidak mencintai dengan setulus hati bukanlah hanya cuma
cinta, namun karna embel-embel yang dipunyai seorang yang dicintainya.